
Hawker 71 Thn Meninggal Saat Tidur, 3 Bulan Usai Tutup Warung
Meninggal Saat Tidur, Hawker Berusia 71 Tahun Ini Pergi Untuk Selama-Lamanya Setelah Tiga Bulan Menutup Warungnya. Kisahnya Mengundang Duka Karena Ia Masih Berharap Bisa Kembali Berjualan. Kepergian Cai Liang Xi Terjadi Pada 23 Agustus 2026. Sebelumnya, Ia Menjalankan Warung Ikan Bakar Selama Lebih Dari Tiga Dekade Di Singapura.
Meninggal Saat TidurMembuat Keluarga Tak Menyangka Karena Cai Masih Memiliki Rencana Untuk Bekerja. Ia Bahkan Berencana Melanjutkan Pekerjaan Hingga Akhir Agustus. Sementara Itu, Sang Istri Mengungkapkan Bahwa Mereka Sempat Berencana Membuka Kembali Warung. Namun, Keinginan Tersebut Belum Sempat Terwujud.
Selain Keinginan Membuka Kembali Warung, Cai Sebenarnya Memiliki Rencana Lain Bersama Keluarga. Putrinya, Cai Hui Fen, Bahkan Sudah Membeli Tiket Untuk Membawa Sang Ayah Berlibur Ke Taiwan. Keluarga Sebelumnya Pergi Ke Taiwan Pada Juni 2026. Namun, Cai Tidak Ikut Dalam Perjalanan Tersebut. Kemudian Pada 21 Agustus, Putrinya Memesan Penerbangan Untuk Perjalanan Berikutnya.
Mereka Berencana Berangkat Bersama Pada Oktober Mendatang. Namun, Hanya Dua Hari Setelah Tiket Dipesan, Cai Meninggal Dunia. Rencana Liburan Keluarga Yang Seharusnya Menjadi Momen Kebersamaan Itu Akhirnya Tidak Pernah Terwujud. Kepergian Cai Menyisakan Duka Bagi Keluarga Dan Orang-Orang Yang Mengenal Perjalanannya Sebagai Hawker.
Warung Tutup Setelah Puluhan Tahun Berjualan
Warung Tutup Setelah Puluhan Tahun Berjualan. Cai Liang Xi Bersama Istrinya, Huang Chun Hua, Menjalankan Usaha Kuliner Selama Lebih Dari 30 Tahun. Mereka Memulai Bisnis Pada 1989 Di Clementi Avenue 5. Kemudian, Pasangan Ini Memindahkan Usaha Ke Block 163 Gangsa Road Pada 2004. Warung Bernama 163 Ikan Bakar BBQ Itu Lantas Menjadi Bagian Dari Kehidupan Warga Sekitar.
Namun, Kondisi Usaha Berubah Seiring Meningkatnya Berbagai Biaya Operasional. Karena Pertimbangan Tersebut, Mereka Memutuskan Menutup Warung Pada 10 Mei 2026. Meski Begitu, Penutupan Warung Tidak Membuat Cai Berhenti Bekerja. Seorang Teman Kemudian Membantunya Mendapatkan Pekerjaan Menjual Chicken Cutlet Di Pasar Malam Kawasan Sembawang.
Meninggal Saat Tidur Menjadi Akhir Perjalanan Cai Yang Masih Memiliki Rencana. Pada Hari Kepergiannya, Ia Seharusnya Pergi Ke Sembawang Untuk Bekerja. Namun, Hingga Sekitar Pukul 10 Pagi, Cai Tidak Kunjung Bangun. Sang Istri Awalnya Tidak Menganggap Situasi Itu Sebagai Sesuatu Yang Mengkhawatirkan.
Kemudian, Sekitar Tengah Hari, Huang Masuk Ke Kamar Untuk Menanyakan Menu Makan Siang. Saat Menyentuh Tubuh Suaminya, Ia Menyadari Bahwa Cai Sudah Tidak Memiliki Suhu Tubuh. Cai Diketahui Memiliki Riwayat Mengonsumsi Obat Untuk Kondisi Jantung Sejak Puluhan Tahun Lalu. Meski Demikian, Sang Istri Mengatakan Kondisinya Selama Ini Terlihat Baik.
Meninggal Saat Tidur, Sempat Merindukan Warung Lama
Meninggal Saat Tidur, Sempat Merindukan Warung Lama, Terjadi Hanya Sekitar Tiga Bulan Setelah Warung Miliknya Resmi Tutup. Kondisi Ini Membuat Keluarga Semakin Terpukul Karena Cai Sempat Membicarakan Warung Lamanya. Sekitar Seminggu Sebelum Meninggal, Cai Mengaku Kepada Istrinya Bahwa Ia Sangat Merindukan Warung Tersebut.
Banyak Pelanggan Lama Juga Masih Menghubungi Keluarga Untuk Menanyakan Kemungkinan Warung Dibuka Kembali. Karena Itu, Cai Dan Huang Sempat Mencari Lokasi Baru Di Clementi. Kawasan Itu Memiliki Nilai Khusus Karena Menjadi Tempat Mereka Mengawali Perjalanan Usaha Pada Akhir 1980-an. Sayangnya, Mereka Belum Menemukan Lokasi Yang Sesuai.
Akhirnya, Rencana Membuka Kembali Warung Harus Berhenti Setelah Cai Pergi Untuk Selamanya. Meninggal Saat Tidur Membuat Keluarga Kehilangan Sosok Yang Sudah Menjadi Bagian Penting Dalam Kehidupan Mereka. Huang Dan Cai Diketahui Telah Saling Mengenal Sejak Masih Muda. Keduanya Tumbuh Di Sebuah Kampung Dekat Sixth Avenue, Bukit Timah.
Setelah Menikah, Mereka Menjalani Rumah Tangga Selama Sekitar 40 Tahun. Bagi Huang, Cai Memang Bukan Sosok Yang Sempurna. Namun, Ia Menilai Sang Suami Sebagai Pria Yang Baik Dan Tidak Suka Meninggikan Suara. Keduanya Memilih Saling Mengalah Dan Menjaga Toleransi Dalam Rumah Tangga. Nilai Itu Menjadi Salah Satu Hal Yang Membantu Mereka Bertahan Bersama Selama Empat Dekade.